Lomba Penulisan Blog

 

Tema: Budaya Aceh di Mata Milenial

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah mengubah perilaku individu maupun sistem tatanan sosial lainnya di masyarakat. Hal ini sangat dirasakan oleh generasi milenial yang lahir antara tahun 1980-an hingga tahun 2000-an yang sangat terikat dengan perangkat teknologi.

Di era ini, menerima atau mengirim informasi bisa dilakukan dengan sangat cepat. Hanya bermodalkan sebuah perangkat gawai yang terhubung dengan jaringan internet, dalam sekejap kita bisa mengirimkan informasi yang bisa diakses masyarakat dunia.

Hal ini merupakan peluang besar bagi para milenial Aceh untuk mempromosikan budaya Aceh agar semakin dikenal oleh warga dunia. Inilah yang menjadi dasar lomba penulisan blog bertema “Budaya Aceh di Mata Milenial” dalam kegiatan Estafet Budaya Aceh 2019 yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Harapannya, tentu saja agar para milenial bisa menjadi penyambung estafet budaya Aceh dengan cara-cara mereka yang kreatif dan inovatif.

Dengan semakin gencarnya mempromosikan budaya Aceh di jagat maya, diharapkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap budaya Aceh khususnya di kalangan generasi muda semakin tumbuh dan mengakar. Sehingga semakin memperkuat karakter generasi muda Aceh di era global dewasa ini. Sebaliknya, dengan kuatnya karakter generasi muda Aceh, budaya Aceh pun akan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang lain.

Kluckhohn dalam bukunya Universal Categories of Culture (1953) menyebutkan, ada tujuh unsur pokok kebudayaan yang dapat ditemukan pada setiap masyarakat di seluruh dunia, yaitu unsur religi, bahasa & sastra, sistem pengetahuan, sistem sosial masyarakat, sistem ekonomi, peralatan dan teknologi, serta kesenian.

Ketujuh unsur-unsur itu kemudian menjadi tujuh sub tema dalam lomba menulis blog ini. Kebudayaan Aceh sangat beragam yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh. Aceh juga memiliki ragam etnis, tentunya masing-masing etnis memiliki ciri khasnya sendiri bila dilihat dari tujuh unsur tersebut. Unsur tersebut semoga menjadi inspirasi yang pantas dikulik untuk menceritakan budaya Aceh, dengan memilih satu atau semua kategori kebudayaan secara universal.

 

Periode lomba:
12 September – 20 Oktober 2019

Syarat dan Ketentuan:

  1. Lomba terbuka untuk masyarakat Aceh berusia antara 17 – 35 tahun dibuktikan dengan lampiran foto atau scan KTP/kartu identitas lainnya dan boleh berdomisili dimana saja.
  2. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran (https://bit.ly/2kAzjXe)
  3. Menggunakan blog pribadi baik platform blog gratis maupun berbayar, Bisa juga menggunakan Note Facebook dengan setting public.
  4. Usia blog minimal 6 bulan dan sudah memiliki minimal 3 postingan.
  5. Panjang artikel antara 700 – 1000 kata.
  6. Tulisan blog yang dilombakan merupakan karya pribadi dan belum pernah/tidak sedang diikutsertakan dalam perlombaan lainnya.
  7. Wajib menggunakan kata kunci Budaya Aceh di judul postingan.
  8. Menggunakan Bahasa Indonesia namun boleh dengan gaya bahasa masing-masing. Bila menggunakan istilah bahasa daerah/asing wajib diterjemahkan.
  9. Postingan wajib menyertakan minimal 2 foto terkait. Foto milik pribadi atau milik orang dengan mencantumkan sumber foto.
  10. Postingan dengan menggunakan infografis, video, atau musik terkait yang dibuat sendiri akan mendapatkan penilaian lebih.
  11. Wajib share link postingan ke Facebook atau Twitter pribadi. Kemudian screenshot buktinya lalu dilampirkan pada email panitia.
  12. Peserta boleh mengirimkan maksimal 3 postingan tulisan/blog.
  13. Panitia tidak bertanggung jawab apabila ada postingan yang terindikasi plagiat, menyinggung isu SARA, unsur pornografi, hoax, dan unsur kejahatan apapun.
  14. Formulir pendaftaran beserta lampiran screenshot bukti share link tulisan di FB atau Twitter dapat dikirimkan ke email estafetbudayaaceh@gmail.com paling lambat tanggal 20 Oktober 2019 pukul 00 WIB.
  15. Lomba ini tidak berlaku bagi panitia dan pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.
  16. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta yang tidak memenuhi ketentuan dan persyaratan lomba.
  17. Jika di kemudian hari ditemukan bukti bahwa karya pemenang diragukan keasliannya, maka penyelenggara berhak membatalkan dan menarik penghargaan/hadiah yang sudah diberikan.
  18. Apabila di kemudian hari terdapat gugatan hak cipta, pihak panitia tidak bertanggung jawab atas hal tersebut, panitia akan berasumsi bahwa seluruh karya yang diikutsertakan merupakan karya orisinil peserta.
  19. Keputusan dewan juri mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
  20. Penyelenggara lomba berhak menggunakan seluruh karya pemenang untuk tujuan promosi dan publikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dengan hak cipta tetap milik peserta.

 ASPEK PENILAIAN:

  1. Kesesuaian tulisan dengan tema
  2. Kualitas pesan yang disampaikan
  3. Kreativitas tampilan blog

HADIAH

  • Juara 1                       : Rp 6.000.000,00 + trofi + sertifikat
  • Juara 2                       : Rp 5.000.000,00 + trofi + sertifikat
  • Juara 3                       : Rp 4.500.000,00 + trofi + sertifikat
  • Juara Harapan I       : Rp 3.000.000,00 + trofi + sertifikat
  • Juara Harapan II     : Rp 2.000.000,00 + trofi + sertifikat
  • Juara Harapan III    : Rp 1.000.000,00 + trofi + sertifikat

*)Belum dipotong pajak